Tunggu

 "Sa, tunggu sebentar ya."


Sepertinya hampir seluruh hidupku ku habiskan dengan menunggu. Menunggu jemputan ayah yang tak kunjung datang, menunggu ucapan selamat yang tak kunjung diberikan, menunggu sapaan yang tak kunjung diucapkan.


Jujur saja agak sedikit memuakkan. Orang lain seperti tidak pernah menganggap aku penting. Selalu menjadi nomor kesekian. Selalu berada di garis paling belakang.


"Maaf aku lupa, Sa, tunggu sebentar ya. Setelah ini kita bertemu dan kamu boleh bercerita sepuasmu."

Postingan populer dari blog ini

Jarak

🐊

Lepas