🐊

"I love you," I said.
"I love you, too," He said.
But, where's the love?
I can't see it.
I can't feel it.
I can't touch it.

Sesusah itu ya, melepas orang yang menyukai kamu?
Sesusah itu ya, membebaskan orang yang bersedia menyakiti diri sendiri demi kamu?
Sesusah itu ya, mencari kebahagiaan lain tanpa melukai perasaan orang lain?

Jika sejak awal tidak mau menggenggam, jangan menahan.
Jangan bersikap seolah tidak bisa dan tidak mau ditinggalkan.
Jika sejak awal hanya ingin bercanda, bilang.
Jangan bawa perasaan, Sa, aku punya banyak waktu luang, jadi aku suka bercanda dengan teman-temanku. 
Sesusah itu, bicara sejak awal?

Kamu aneh, selalu menuntut untuk dimengerti, tapi tidak mau mengerti.
Kamu aneh, tidak bisa membaca pikiran orang, tapi  hanya menganggap angin lalu saat dijelaskan.
Kamu aneh, selalu menyalahkan, tapi selalu mencari pembenaran saat disalahkan.

Cari orang lain saja ya, sejak awal kita punya banyak sekali perbedaan.
Selama ini, semuanya hanya terkesan dipaksa "sefrekuensi".
Aku tidak akan mengatakan aku pergi, selamat tinggal.
Karena aku tidak mau kamu kembali lagi, datang untuk menyapa.

Aku akan menghilang, perlahan.
Agar kamu menyadari kita tidak pernah sejalan.
Agar kamu menyadari sejak awal tidak perlu memaksa garis kita saling bersinggungan.

Sudah ya.

Postingan populer dari blog ini

Jarak

Lepas